Jual APAR untuk Dapur – Kebakaran dapur bisa terjadi hanya dalam 30 detik setelah minyak mencapai titik nyala. Penelitian menunjukkan penggunaan APAR yang tepat di area dapur dapat mengurangi dampak kerusakan hingga 50% sebelum api menyebar luas.
Minyak goreng yang tumpah, wajan yang terbengkalai di atas kompor, atau percikan lemak yang tak terduga, dan semua itu adalah awal cerita yang bisa berubah jadi bencana dalam sekejap. Kebakaran dapur bukan seperti kebakaran biasa; dia unik, cepat, dan bisa sangat ganas jika ditangani dengan cara yang salah.
Bayangkan ini: api dari minyak yang terbakar tidak akan padam dengan air, justru sebaliknya air akan membuatnya meledak dan menyebar seperti bola api.
Di Indonesia, kita sudah terlalu sering mendengar berita dapur rumah atau restoran hangus terbakar, dengan kerugian yang tak hanya material tetapi juga jiwa. Padahal, bencana ini sebenarnya bisa dicegah dengan satu alat sederhana: APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang khusus untuk dapur.
Kebakaran Dapur Itu Unik—Jenis APAR Apa yang Paling Sesuai untuk Mengatasinya?

Kebakaran di dapur masuk dalam klasifikasi khusus yang disebut Kelas K. Mengapa khusus? Karena sumbernya adalah minyak goreng, mentega, margarin, atau lemak hewani yang mencapai suhu sangat tinggi. Api dari bahan-bahan ini bersifat lengket, panas ekstrem, dan bisa dengan mudah menyala kembali (re-ignite) meski sudah terlihat padam.
Membedakan Jenis APAR ntuk Kelas Kebakaran
Inilah yang membedakannya dari kebakaran kertas atau kayu (Kelas A) atau kebakaran akibat cairan seperti bensin (Kelas B). Menyiram kebakaran Kelas K dengan air bukan solusi, melainkan kesalahan fatal yang dapat menyebabkan ledakan uap dan penyebaran api yang lebih luas.
Oleh karena itu, memilih APAR tidak boleh sembarangan. APAR yang tepat untuk dapur adalah yang didesain secara khusus untuk memutus reaksi kimia pada minyak panas dan mendinginkannya secara bersamaan, sehingga api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Apa Perbedaan APAR Kelas K dengan APAR Biasa, dan Kenapa Ini Penting untuk Dapur?

Pertama, mari kita pahami klasifikasi kebakaran. Secara umum, kebakaran dibagi menjadi Kelas A (benda padat), B (cairan dan gas), C (listrik), D (logam), dan K (dapur). APAR “biasa” seperti Dry Chemical Powder dirancang untuk Kelas A, B, dan C. Dia bekerja dengan menyelimuti bahan bakar untuk memisahkannya dari oksigen.
Sementara itu, APAR Kelas K—sering disebut Wet Chemical—bekerja dengan cara yang lebih cerdas kurang lebih ada 2 sifat:
1. Mendinginkan
Agen kimia basahnya menyerap panas dengan sangat cepat, menurunkan suhu minyak di bawah titik nyala.
2. Membentuk Sabun (Saponification)
Bahan kimianya bereaksi dengan minyak goreng panas untuk membentuk lapisan seperti sabun yang menyelimuti permukaan. Lapisan ini mengisolasi minyak dari oksigen dan mencegah uap panas terbentuk, sehingga api tidak bisa menyala kembali.
Kesalahan umum masyarakat adalah menganggap APAR serbuk (powder) yang serbaguna sudah cukup. Padahal, untuk kebakaran minyak dalam jumlah besar di wajan atau deep fryer, serbuk bisa tersapu oleh panas sebelum sempat memadamkan api dengan tuntas.
Ketepatan memilih APAR Kelas K adalah kunci keberhasilan pemadaman yang aman dan final di dapur.
Baca Juga : “Konsep Segitiga Api: Penjelasan Mengenai Terbentuknya Api”
APAR Wet Chemical, Foam, atau Powder, Mana yang Paling Aman untuk Api Minyak?

Mari kita bandingkan ketiganya untuk situasi kebakaran minyak di dapur:
Wet Chemical: Pilihan Terbaik dan Paling Direkomendasikan
Dirancang khusus untuk Kelas K. Keunggulannya adalah reaksi saponifikasi yang menjamin api padam permanen dan tidak meninggalkan residu berbahaya pada peralatan masak. Setelah disemprot, area cukup dibersihkan dengan lap basah.
Foam (Busa AFFF): Bisa digunakan, tetapi bukan yang optimal
Foam efektif untuk Kebakaran Kelas B (cairan mudah terbakar) dan dapat menutupi permukaan minyak. Namun, foam tidak memiliki efek pendinginan dan saponifikasi sehebat Wet Chemical, sehingga risiko api menyala kembali lebih tinggi. Selain itu, busa meninggalkan residu yang licin dan memerlukan pembersihan ekstensif.
Dry Chemical Powder:Opsi darurat dengan banyak konsekuensi
Powder memang bisa memadamkan api minyak, tetapi dengan beberapa catatan serius:
- Residu serbuknya sangat sulit dibersihkan dan dapat merusak peralatan dapur serta peralatan elektronik di sekitarnya.
- Serbuk dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan mengurangi visibilitas di ruang tertutup.
- Seperti disebutkan, efektivitasnya terhadap kebakaran minyak besar di dapur terbatas.
Bolehkah Menggunakan APAR Dry Chemical Powder di Dapur Rumah?

Ini pertanyaan yang sangat umum. Secara teknis, boleh-boleh saja, terutama jika itu adalah satu-satunya APAR yang tersedia dalam situasi darurat untuk mengatasi api kecil. APAR powder bersifat serbaguna dan dapat menangani kebakaran dari kompor gas (Kelas B) maupun korsleting di dekatnya (Kelas C).
Namun, jika Anda punya pilihan dan sedang mempersiapkan pencegahan, Wet Chemical untuk dapur rumah jelas lebih unggul. Risiko kerusakan peralatan dan kesulitan pembersihan setelah menggunakan powder sangat nyata. Bayangkan serbuk kimia halus memenuhi kompor, wajan, lemari, dan saluran udara dapur Anda.
Untuk Pembersihan Wilayah Dapur
Bisa lebih merepotkan daripada memadamkan apinya sendiri. Dan untuk dapur rumah tangga sederhana, APAR berukuran kecil (1-2 kg) dengan media Wet Chemical atau Liquid Gas sudah sangat memadai. Media Liquid Gas atau Clean Agent juga sangat direkomendasikan karena tidak meninggalkan residu sama sekali dan aman untuk bahan makanan.
Berapa Ukuran APAR yang Ideal untuk Dapur Rumah agar Efektif dan Praktis?

Ukuran APAR untuk dapur, menentukan seberapa lama Anda dapat menyemprot dan seberapa besar api yang bisa ditangani. Untuk penggunaan di rumah:
| Ukuran APAR (berat media) | Target Pengguna | Pertimbangan |
|---|---|---|
| 1 – 2 kg | Ideal untuk dapur rumah tangga kecil | Ringan, mudah diangkat dan dioperasikan oleh semua anggota keluarga termasuk remaja. Cukup untuk api awal di kompor atau wajan. |
| 3 – 4 kg | Dapur rumah tangga sedang-besar atau komersial kecil | Memberikan waktu semprot yang lebih lama. Cocok jika dapur sering digunakan untuk memasak dalam porsi besar. |
| 6 kg ke atas | Dapur restoran, kafe, atau industri makanan | Wajib untuk area dengan risiko tinggi seperti deep fryer komersial dan kompor berdaya besar. |
Prinsipnya, “mudah diakses dan mudah digunakan oleh siapa saja”
APAR yang terlalu berat akan menyulitkan ibu rumah tangga atau orang lanjut usia untuk mengangkat dan mengarahkannya dengan tepat saat panik.
Di Mana Lokasi Terbaik Meletakkan APAR di Dapur agar Mudah Dijangkau Saat Darurat?

Bayangkan skenario ini: ada asap mengebul dari wajan, panik mulai muncul, dan kamu buru-buru mencari alat pemadam. Kamu lari ke bawah wastafel—kosong. Cek di belakang pintu—tidak ada. Di mana sih taruhnya?! Saat genting seperti itu, setiap detik berharga. Penempatan APAR yang salah bisa membuatnya jadi “dekorasi dapur” yang mahal dan tidak berguna.
Nah, supaya alat penyelamat ini benar-benar siap “bekerja”, kita perlu menempatkannya dengan strategi. Ikuti prinsip “Tempatkan, Bukan Sembunyikan” dan aturan JANGAN JAUH, JANGAN SAMAR, JANGAN SUSAH.
Prinsip #1: “Jangan Jauh” – Dalam 2-3 Langkah, Harus Sampai!
Idealnya, APAR harus berada dalam jangkauan 2-3 langkah cepat dari zona risiko utama, yaitu kompor dan area menggoreng. Namun, jangan sampai ditaruh tepat di sebelah kompor. Kenapa? Kalau apinya sudah membesar di kompor, kamu justru tidak bisa mendekat untuk mengambilnya.
Letakkan di titik yang bisa dicapai dengan mudah, tetapi masih aman dari kemungkinan jilatan api pertama. Posisi terbaik adalah di dinding, di sisi yang berlawanan dari kompor, dekat pintu keluar dapur. Jadi, kamu bisa mengambilnya sambil membawa punggung menghadap api, dan punya rute evakuasi yang jelas.
Prinsip #2: “Jangan Samar” – Mata Harus Langsung Menemukan!
APAR bukan barang yang boleh “disembunyikan” di balik tirai atau di dalam lemari yang terkunci. Dia harus terlihat jelas sekilas pandang. Gunakan wall bracket atau rak khusus berwarna merah terang yang kontras dengan warna dinding.
Pastikan tidak ada tumpukan peralatan, karung beras, atau toples yang menghalangi. Tips pro: Pasang stiker atau tanda panah berwarna merah menyala di area mata yang mudah terlihat (misal: di kabinet dekat kompor) yang mengarah ke lokasi APAR. Visual yang jelas memangkas waktu reaksi saat panik.
Prinsip #3: “Jangan Susah” – Semua Orang Bisa Menggapai!
Pertimbangkan siapa saja yang akan menggunakan APAR. Ibu, ayah, atau bahkan remaja di rumah. Tinggi peletakan yang ideal adalah sekitar pinggang hingga dada orang dewasa (sekitar 1 – 1.5 meter dari lantai). Jangan terlalu tinggi hingga membutuhkan kursi untuk mencapainya, dan jangan terlalu rendah hingga harus membungkuk.
Pastikan juga pin pengaman dan selangnya tidak tersangkut atau tertindih apa pun. Pegangannya harus siap diambil kapan saja.
Zona “No-Go” untuk APAR: Hindari Tempat-Tempat Ini!
- ❌ Di atas kompor atau di samping langsung kompor. (Terlalu berisiko, terhalang api)
- ❌ Di dalam lemari yang berkunci atau susah dibuka. (Membuang waktu berharga)
- ❌ Di balik pintu yang sering dibuka-tutup. (Bisa tidak terlihat dan sulit dijangkau)
- ❌ Di dekat sumber uap/panas berlebihan seperti ketel atau oven. (Dapat merusak tabung)
- ❌ Di lantai atau sudut gelap. (Akan terlewat dan berdebu)
Dengan menempatkan APAR di “posisi strategis” ini, kamu bukan sekadar mematuhi aturan, tapi menciptakan muscle memory bagi seluruh penghuni rumah.
"Saat darurat, mereka akan secara refleks menuju ke titik itu tanpa perlu berpikir panjang. Letakkan dengan cerdas, karena keselamatan yang paling efektif adalah yang paling mudah diakses."
Baca Juga : Lebih Siap dari Kebakaran: 7 Jenis APAR yang Harus Kamu Kenali Sekarang Juga
Jangan Sampai “Kadaluwarsa”: APAR di Dapur Juga Butuh “SPA” dan Perhatian!
Bayangkan kamu membeli tabung APAR, lalu menaruhnya di dapur dan… melupakannya selama bertahun-tahun. Sama seperti makanan kaleng atau obat-obatan, APAR pun punya masa “segar” dan butuh perawatan. Kalau tidak, saat kebakaran terjadi, kamu bisa jadi hanya memegang “kaleng semprotan kosong” yang tidak berguna.
Yuk, kita anggap APAR seperti aset hidup yang butuh check-up rutin.
Pertama, pahami masa aktifnya
Secara umum, APAR Wet Chemical atau Powder punya masa pakai optimal sekitar 5 tahun, sementara Foam sekitar 2 tahun. Tapi jangan cuma nebak! Cek selalu tanggal produksi atau masa kadaluwarsanya yang tercantum di label atau ring tabung. Ini adalah “TTL” si pemadam. Jika sudah mendekati tanggalnya, saatnya untuk servis atau ganti. Ingat, media pemadam di dalamnya bisa mengendap atau kehilangan efektivitas seiring waktu.
Kedua, lakukan “ritual” pengecekan bulanan yang simpel
Tidak perlu jadi ahli, cukup 30 detik saja. Setiap bulan, saat kamu membersihkan dapur, luangkan waktu untuk “Sapa Si Merah” ini. Lihat pressure gauge-nya, apakah jarum masih di area warna hijau? Pastikan pin pengaman dan segelnya masih utuh dan tidak karatan.
Periksa fisik tabung, selang, dan nozzle-nya; apakah ada kebocoran, penyok, atau karat yang parah? Pengecekan visual ini krusial untuk memastikan dia siap tempur.
Terakhir, jadwalkan “perawatan profesional” tahunan
Sama seperti kita pergi ke dokter untuk medical check-up, APAR butuh diservis oleh teknisi bersertifikat minimal setahun sekali. Mereka akan melakukan tes tekanan hidrostatis, membongkar, dan memastikan semua komponen berfungsi.
Jika tekanan sudah turun atau masa pakai hampir habis, segera lakukan isi ulang (refill). Jangan ditunda! Biaya refill jauh lebih murah daripada kerugian akibat kebakaran. APAR yang terawat adalah jaminan bahwa investasi keselamatanmu tidak sia-sia.
Action Plan Saat Minyak di Wajan “Nyalakan Pesta Api”: Jangan Panik, Lakukan Ini!

Minyak di wajan tiba-tiba berubah jadi kobaran api? Nafas bisa tersengal, jantung berdebar kencang—reaksi panik adalah musuh terbesar. Di momen kritis ini, otak butuh “manual” yang sederhana dan jelas. Inilah langkah konkret yang harus dilakukan, berurutan, tanpa pertimbangan yang rumit.
Langkah #1: Matikan Kompor, TUTUP WAJAN!
Segera putar tombol kompor ke posisi OFF untuk hentikan suplai panas. Ini langkah paling penting. Jangan coba memindahkan wajan yang terbakar—kamu bisa menumpahkannya dan memperparah api. Ambil tutup panci (yang berbahan logam), nampan baking, atau bahkan wajan lain yang lebih besar, lalu tutupkan dengan hati-hati dari arah depan ke belakang (jauh dari tubuhmu) untuk tutup jalur oksigen ke api. Biarkan tertutup sampai wajan benar-benar dingin.
Langkah #2: Ambil APAR Kelas K, dan Ingat “TAPAS”
Jika api tidak padam dengan ditutup, atau sudah terlalu besar, segera ambil APAR khusus dapur (Wet Chemical/Kelas K). Ingat akronim TAPAS: Tarik pin pengamannya, Arahkan nozzle atau selang ke pangkal api (bukan ke ujung nyala), Pencet tuasnya, Ayunkan semprotan secara perlahan menyapu seluruh permukaan minyak yang terbakar, dan Selamat! Pastikan api benar-benar padam dan tidak ada bara.
Langkah #3: Jika Tak Ada APAR, Gunakan “Plan B” yang Aman, lalu LARI
Tidak punya APAR? Opsi teraman adalah menggunakan karung goni basah (bukan kain sintetis!) untuk menutupi api. Jika api tidak langsung padam dalam 5-10 detik, ITU TANDA UNTUK BERHENTI BERUSAHA SENDIRI. Segera evakuasi semua orang, tutup pintu dapur untuk membatasi penyebaran api dan asap, lalu hubungi pemadam kebakaran (113/112) dari luar rumah. Jangan pernah mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan properti.
Kesimpulan untuk Pembaca, dari Kami Sysco Fire Kediri

Kesadaran dan pengetahuan adalah alat pencegah terbaik. Sebuah penelitian dari Universitas Padjadjaran menyoroti bahwa pengetahuan seseorang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemadaman api. Edukasi sederhana di rumah, seperti menunjukkan lokasi APAR dan simulasi singkat. dapat menyelamatkan nyawa.
Jadi, jangan menunggu sampai percikan api kecil berubah jadi kobaran besar. Langkah pencegahan hari ini adalah investasi keselamatan untuk masa depan. Sediakan APAR yang tepat di dapur Anda, letakkan di tempat yang strategis, dan pastikan seluruh keluarga tahu cara menggunakannya.
- Klik halaman web toko online kami : PROMO DESEMBER
- Untuk KONSULTASI, GRATIS!!! PADA WHATSAPP KAMI : 085-25711-4711.
- Ingat, keamanan tidak bisa ditunda. Ayo, pastikan keselamatan Diri dan Orang-orang terkasih dengan Sysco Fire!
Jangan ragu untuk melindungi aset dengan sistem proteksi kebakaran yang tepat!



